TEST SIDIK JARI
Kenali Potensi Bakat dan Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) Anda dengan Analisa Sidik Jari (FINGERPRINT TEST ANALYSIS) Bisa Untuk Semua Umur (Anak2 dan Dewasa)
Selasa, 06 Maret 2012
Yang berminat Discount Analisa Silakan Klik link di bawah
http://jakarta.goodizz.com/today-dealshttp://jakarta.goodizz.com/deals/bangganya-punya-anak-berbakat-kenali-dan-salurkan-bakatnya-sejak-usia-dini-talents-spectrum/489
Senin, 06 Februari 2012
Kupas Sidik Jari & Multiple Intelligence, "Jangan Mudah Percaya Analisa Sidik Jari" 25 Feb 2012
LELANG Tiket, untuk 10 peserta/ 10 TIKET free 3 tiket (Special 22 Feb-24Feb 2012)
Seminar "JANGAN Mudah Percaya Analisa Sidik Jari" Pembicara : MUNIF CHATIB, ANDRIAN BENNY H, Moderator : IRENE F. MONGKAR.
Sabtu 25 Feb 2012.
Rundown : 07.30-09.00 : Taking Sample Sidik Jari (Mohon tidak terlambat
untuk menghindari antrian)
09.00-12.30 : Seminar & Tanya Jawab di session terakhir
Peserta mendapat : FREE Analisa, SERTIFIKAT, Snackbox
Bea : Rp 200.000,-/orang, Rp 350.000,- / 2 orang. Discount 10% tetap ada.
Info : Cabang Talent Spectrum Finger Print, Elsa 021-92616452 /
081510322197,jl. Gandaria I/9A, Kebayoran Baru Jaksel,
test_sidikjari@yahoo.com, http:// testsidikjari.blogspot.com/
********************************************************************************Apa kabar Smart Parents,
Ada info lagi nih... datang yuk... Kita
Kupas tuntas apa Analisa Sidik Jari dan kaitannya dengan Multiple Intelligence di Seminar Pendidikan :
"Jangan Mudah Percaya Analisa Sidik Jari "
Hari. : Sabtu, 25 Februari 2012
Pukul : 7.30-12.30 WIBB
Tempat : Auditorium Arifin Panigoro,
Lantai 3 Kampus UAI, Kompleks Masjid Agung Al Azhar,
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta 12110.
Hari. : Sabtu, 25 Februari 2012
Pukul : 7.30-12.30 WIBB
Tempat : Auditorium Arifin Panigoro,
Lantai 3 Kampus UAI, Kompleks Masjid Agung Al Azhar,
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru Jakarta 12110.
HTM. : Rp 200.000/orang
Rp 350.000/2 orang
DISCOUNT 10% untuk 100 pendaftar pertama.
Peserta DIBATASI.
Peserta mendapatkan FREE ANALISA SIDIK JARI ( senilai Rp 100.000,- ), SERTIFIKAT, Materi Seminar dan Snack Box.
Rangkaian Acara :
1. 07.30-09.00 Proses scanning sidik jari
2. 09.00-12.30 Pembicara Seminar dan tanya jawab.
**Dimohon tidak terlambat untuk menghindari proses penumpukkan saat taking sample.
PEMBICARA :
1. MUNIF CHATIB, Pakar Multiple Intelligence, Penulis Buku "Sekolah Manusia" dan "Gurunya Manusia"
2. ANDRIAN BENNY HIDAYAT, Founder of Talents Spectrum Finger Print Analysis
Rp 350.000/2 orang
DISCOUNT 10% untuk 100 pendaftar pertama.
Peserta DIBATASI.
Peserta mendapatkan FREE ANALISA SIDIK JARI ( senilai Rp 100.000,- ), SERTIFIKAT, Materi Seminar dan Snack Box.
Rangkaian Acara :
1. 07.30-09.00 Proses scanning sidik jari
2. 09.00-12.30 Pembicara Seminar dan tanya jawab.
**Dimohon tidak terlambat untuk menghindari proses penumpukkan saat taking sample.
PEMBICARA :
1. MUNIF CHATIB, Pakar Multiple Intelligence, Penulis Buku "Sekolah Manusia" dan "Gurunya Manusia"
2. ANDRIAN BENNY HIDAYAT, Founder of Talents Spectrum Finger Print Analysis
MODERATOR :
IRENE F. MONGKAR, Pemilik hak Gymnademic Glenn Doman Indonesia
Transfer dapat dilakukan pada rekening : BCA a.n Elsa Salsabila 8800424080.
Terima kasih,
Info lbh lanjut : Cab Talent Spectrum FingerPrint, 021-92616452/081510322197. Sekretariat : Jl. Gandaria I/9A, Kebayoran Baru, Jaksel.
Jumat, 27 Januari 2012
Selasa, 17 Januari 2012
Dapatkan Discount Analisa 21-29 Jan 2012
CUKUP bawa PRINT OUT GAMBAR VOUCHER di gambar atas, dan dapatkan discount analisa di STAND 136, ISTORA SENAYAN GELORA BUNG KARNO, Berlaku pada 21-29 Januari 2012, di Acara Kidsfest & Edufair.
Label:
finger print analys,
foto acara,
vocher discount
| Reaksi: |
Selasa, 22 November 2011
Selasa, 15 November 2011
Sedikit Dialog
Tuan : " Jadi apa saran Mbak setelah melihat report sidik jari saya? Apa yang harus saya lakukan agar saya dan istri bisa menyatu dan saling memahami?"
Aduuh...saya gak maksud menggurui...wong usia pernikahan saya alhamdulillaah baru sewindu....masih harus belajar banyak....secara beliau berusia beberapa tahun di atas saya dan suami saya.
Saya : "Maaf Pak...bukan maksud menggurui, karena saya dan suami juga masih dalam tahap belajar. Hanya setelah kami mengetahui sifat dan karakter masing-masing, kami jadi lebih memahami hal-hal yang menjadi kesukaan masing-masing."
Saya : "Berdasarkan analisa report Bapak dan Ibu, baiklah saya analisa dari area modalitas / gaya belajar dahulu... Modalitas / gaya belajar bukan sekadar bagaimana cara menerima dan memahami pelajaran, informasi, ataupun cara menyampaikan nasehat. Gaya belajar juga mencerminkan bagaimana kepekaan, kesukaan seseorang dalam melakukan sesuatu dan juga bagaimana ingin diperlakukan oleh orang lain."
Saya lagi : "Melihat modalitas yang Bapak miliki, Bapak lebih menyukai pembelajaran/penerimaan informasi/ menyenangi bagaimana ingin diperlakukan melalui gaya belajar Auditory Linguistik dan Visual Teks. Auditory Linguistik peka terhadap nada suara dan isi pembicaraan, ya...Bapak senang jika mendengar suara Ibu yang lemah lembut dan dengan tata bahasa yang baik. Berubah nada suara sedikit, bisa jadi persepsi Bapak langsung berubah. Ditunjang dengan global learner dalam menerima informasi, senang isi pembicaraan yang poin-poinnya saja. Nah Bu...dengan Bapak memiliki modalitas Visual Text, maka tambahan dalam berkomunikasi dengan Bapak, Bapak senang jika Ibu sering-sering mengirimkan tulisan berbentuk perhatian, tidak perlu panjang-panjang, singkat saja karena Global Learner, ditunjang tulisan yang terjaga tata bahasanya :D "
Saya : "Ibu memiliki modalitas belajar Kinesthetic Tactile, Kinesthetic Body Movement dan Auditory Linguistik...nah ada kesamaan dalam menerima informasi berupa kepekaan dalam mendengar. Ibu juga senang mendengar nada suara yang lembut dari Bapak. Ditunjang Analytical Learner, Ibu senang menerima pesan-pesan yang detail, jika global, bisa jadi ada misspersepsi. Untuk Kinesthetic Tactile... :D Bapak jangan ragu-ragu menyentuh Ibu ya... :) kesannya sepele...Kinesthetic Tactile itu menerima informasi dari sentuhan. Kinesthetic Body peka terhadap bahasa tubuh. Maka komunikasi melalui sentuhan adalah hal yang peka untuk dirasakan Ibu...Sentuhan yang berbeda dari biasanya atau bahasa tubuh yang berbeda, bisa menimbulkan persepsi yang berbeda."
Saya : "Untuk menyatu memang butuh perjuangan karena tidak ada pribadi yang menyatu atau melebur, masing-masing manusia membawa sifat dan kepribadian yang berbeda. Yang menyatukan kami adalah visi dan dream kami. Kami rutin membuat jadwal rapat berdua mau dibawa kemana hubungan kita...(lho kok malah nyanyi..?) maksudnya mau dibawa kemana kami sebagai keluarga atau kami mengibaratkan keluarga seperti perusahaan, apalagi perkembangan yang akan dikerjakan?"
"Baik Pak, Bu, ada yang mau ditanyakan terlebih dahulu sampai halaman ini? Semoga membantu."
**************************************************************
Next story : ....wait and see :)
Salam,
Elsa Sidik Jari
Cabang Psychobiometric Data Solution
15 November 2011
Aduuh...saya gak maksud menggurui...wong usia pernikahan saya alhamdulillaah baru sewindu....masih harus belajar banyak....secara beliau berusia beberapa tahun di atas saya dan suami saya.
Saya : "Maaf Pak...bukan maksud menggurui, karena saya dan suami juga masih dalam tahap belajar. Hanya setelah kami mengetahui sifat dan karakter masing-masing, kami jadi lebih memahami hal-hal yang menjadi kesukaan masing-masing."
Saya : "Berdasarkan analisa report Bapak dan Ibu, baiklah saya analisa dari area modalitas / gaya belajar dahulu... Modalitas / gaya belajar bukan sekadar bagaimana cara menerima dan memahami pelajaran, informasi, ataupun cara menyampaikan nasehat. Gaya belajar juga mencerminkan bagaimana kepekaan, kesukaan seseorang dalam melakukan sesuatu dan juga bagaimana ingin diperlakukan oleh orang lain."
Saya lagi : "Melihat modalitas yang Bapak miliki, Bapak lebih menyukai pembelajaran/penerimaan informasi/ menyenangi bagaimana ingin diperlakukan melalui gaya belajar Auditory Linguistik dan Visual Teks. Auditory Linguistik peka terhadap nada suara dan isi pembicaraan, ya...Bapak senang jika mendengar suara Ibu yang lemah lembut dan dengan tata bahasa yang baik. Berubah nada suara sedikit, bisa jadi persepsi Bapak langsung berubah. Ditunjang dengan global learner dalam menerima informasi, senang isi pembicaraan yang poin-poinnya saja. Nah Bu...dengan Bapak memiliki modalitas Visual Text, maka tambahan dalam berkomunikasi dengan Bapak, Bapak senang jika Ibu sering-sering mengirimkan tulisan berbentuk perhatian, tidak perlu panjang-panjang, singkat saja karena Global Learner, ditunjang tulisan yang terjaga tata bahasanya :D "
Saya : "Ibu memiliki modalitas belajar Kinesthetic Tactile, Kinesthetic Body Movement dan Auditory Linguistik...nah ada kesamaan dalam menerima informasi berupa kepekaan dalam mendengar. Ibu juga senang mendengar nada suara yang lembut dari Bapak. Ditunjang Analytical Learner, Ibu senang menerima pesan-pesan yang detail, jika global, bisa jadi ada misspersepsi. Untuk Kinesthetic Tactile... :D Bapak jangan ragu-ragu menyentuh Ibu ya... :) kesannya sepele...Kinesthetic Tactile itu menerima informasi dari sentuhan. Kinesthetic Body peka terhadap bahasa tubuh. Maka komunikasi melalui sentuhan adalah hal yang peka untuk dirasakan Ibu...Sentuhan yang berbeda dari biasanya atau bahasa tubuh yang berbeda, bisa menimbulkan persepsi yang berbeda."
Saya : "Untuk menyatu memang butuh perjuangan karena tidak ada pribadi yang menyatu atau melebur, masing-masing manusia membawa sifat dan kepribadian yang berbeda. Yang menyatukan kami adalah visi dan dream kami. Kami rutin membuat jadwal rapat berdua mau dibawa kemana hubungan kita...(lho kok malah nyanyi..?) maksudnya mau dibawa kemana kami sebagai keluarga atau kami mengibaratkan keluarga seperti perusahaan, apalagi perkembangan yang akan dikerjakan?"
"Baik Pak, Bu, ada yang mau ditanyakan terlebih dahulu sampai halaman ini? Semoga membantu."
**************************************************************
Next story : ....wait and see :)
Salam,
Elsa Sidik Jari
Cabang Psychobiometric Data Solution
15 November 2011
Label:
Dialogue,
finger print analysis,
Tulisan Ketiga
| Reaksi: |
Kamis, 20 Oktober 2011
Bakat
Apa itu Bakat?
Menurut Ibu Efnie Indriani, M.Psi dan Andrian B. Hidayat, Inborn Potentials Practicioner, Bakat adalah salah satu unsur potensi yang dibawa seseorang yang dibawa dari lahir. Bakat kuat memiliki respon spontanitas tercepat seseorang ketika distimulasi merujuk pada kemampuan spesifik yang berhubungan dengan kecerdasan, bentuk stimulasi bisa seperti menggambar, menyanyi, menari, dll.
Spesifik berbicara bakat, bakat kuat yg ditunjukkan dengan 3-5 grafik terpanjang pada Report Analisa Sidik Jari tersebut adalah respon spontan yg tinggi. Artinya pada area 3-5 grafik terpanjang tersebut memiliki respon spontanitas yang lebih cepat. Menurut Ibu Efnie Indriani, M.Psi, akan sama saja, jika tidak distimulasi maka bagian otak yang mengatur kecepatan dalam merespon bakat tersebut itu tidak akan terlatih.
Respon spontanitas tersebut jika distimulasi dalam keseharian akan menghasilkan sesuatu karya atau hasil yang optimal dalam kehidupan seseorang. Dan biasanya sesuatu yang dikerjakan secara optimal tersebut merupakan passion atau panggilan jiwa sehingga mengerjakan sepenuh hati dan jiwa.
Berdasarkan report Analisa Sidik Jari, dapat terlihat bentuk-bentuk grafik yang memperlihatkan mana area yang memiliki respon spontan yang cepat dan yang lebih lama.
Akhirnya akan muncul pertanyaan baru, apakah aktifitas yang menjadi pekerjaan yang sedang kita jalani adalah sekadar profesi hanya supaya mendapat penghasilan atau panggilan jiwa yang akhirnya bukan sekadar penghasilan yang dituju, tetapi makna, arti dan manfaat dari pekerjaan tersebut atau memang dijalankan dengan syukur dan happy tetapi melakukan suatu hoby yang merupakan bentuk passion sesungguhnya sebagai penyeimbang dalam kehidupan.
Perjalanan selama 3 tahun (tergantung sudut pandang, bisa jadi sebentar, bisa jadi lama) menikmati relationship yang terjalin secara menakjubkan antara saya pribadi sebagai fasilitator dan helper bagi para klien, dari hati yang terdalam saya merasakan bukan sekadar menjalankan pekerjaan dan profesi dalam bidang Finger Print Analysis, tetapi barangkali penggambaran yang tepat adalah sungguh suatu karunia yang besar sehingga dapat mengenal banyak orang dengan berbagai macam karakteristik.
Mereka berasal dari berbagai macam ragam dan kalangan serta beragam profesi. Bukan tipe sidik jari seperti apa yang akan menjadi sukses dan berhasil. Semua tipe sidik jari berkesempatan sama untuk sukses dan berhasil. Hanya cara pencapaiannya yang berbeda. Mengenai cara pencapaian, akan kami bahas pada tulisan berikutnya
Jika boleh berpendapat, berdasarkan pengalaman selama 3 tahun tersebut, terlihat keberhasilan seseorang sebagian besar dikarenakan keuletan, dan doa yang kuat. Lho lalu apa hubungannya dengan sidk jari? Tunggu sebentar, hubungan dengan sidik jari, ternyata bidang yang mereka jalani tersebut berkorelasi dengan area kuat yang tergambar dari grafik report analisa sidik jari mereka. Artinya, mereka menekuni sesuatu based on their passion. Faktor keberuntungan lebih kepada sikap menerima, pasrah dan mensyukuri apa yang sudah didapat dan menjaga semangat untuk terus mengerjakan sehingga pada akhirnya bertemu dengan peluang yang lebih besar.
Satu hal, jangan lupakan faktor stimulasi. Ternyata stimulasi mereka sepanjang yang mereka terima sejak kecil bukan berupa tekanan dan tuntutan, tetapi lebih diarahkan untuk dilatih tantangan oleh orang tua mereka. Dengan kata lain, ketika tidak ada paksaan, tetapi tetap diberikan tanggung jawab dan disiplin, potensi kuat mereka muncul dengan maksimal.
Seringkali bertemu dengan orang tua yang penuh tuntutan terhadap anak (saya yakin Bapak dan Ibu bukan termasuk mereka), mereka memberi stimulasi tetapi dengan cara memaksa penuh tekanan dan tuntutan, biasanya potensi genetiknya tidak muncul. Artinya, bisa saja berprestasi, tetapi tidak sesuai dengan potensi genetik dan ketika sudah usia dewasa akan mencari dimana passionnya berada.
Sebenarnya kondisi orang tua yang menuntut lebih tersebut bukan salah mereka juga, karena kondisi hari ini yang menuntut mereka memiliki target yang lebih tinggi kepada anak mereka. Tuntutan tersebut lebih dikarenakan kondisi tekanan sosial dari masyarakat dan kondisi dunia saat ini. Semisal, contoh sederhana adalah dari sudut pandang pencapaian nilai akademik di sekolah, jika semisal pelajaran matematika tidak mendapat nilai terbagus di antara pelajaran lain, maka pandangan masyarakat umum, anak tersebut tidak pintar. Ya memang tidak pintar, maksudnya di bidang matematika, tetapi apakah dengan nilai matematika yang tidak terbagus di antara pelajaran lain menjadi patokan bahwa dia pun tidak pandai di bidang lain? Tentu tidak demikian. Kita hanya belum tahu apa sebenarnya potensi yang dapat dikembangkan dalam dirinya.
Hmmm..panjang bukan...tapi jika kita hanya mengikuti kondisi perubahan tanpa memahami kebutuhan anak, akan jadi generasi seperti apa nantinya. Baiklah akan lebih bijak jika kita fokus pada kelebihan potensi dan karakternya sehingga ketika kita ingin menstimulasi anak kita, menggunakan komunikasi yang lebih tepat sesuai karakternya dan diharapkan tidak ada unsur pemaksaan, tetapi unsur pembiasaan.
Salam,
Elsa Sidik Jari
Cabang Psychobiometric Data Solusindo
Label:
apa itu bakat,
tulisan kedua
| Reaksi: |
Langganan:
Entri (Atom)


